Beranda > Tanya-Jawab > lautan hikmah

lautan hikmah


Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar.
Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi
atas segala sesuatu?(Al-Fushshilat:053)

 

Hilangnya agamamu karena empat hal :
Pertama, engkau tidak mengamalkan apa yang engkau ketahui.
Kedua, engkau justru melakukan apa yang tidak engkau ketahui.
Ketiga, engkau tidak mau mempelajari apa yang tidak engkau ketahui sehingga engkau tetap bodoh.
Keempat, engkau mencegah orang dari mempelajari apa yang tidak mereka ketahui.

Engkau adalah hamba yang lari dari tuan-Nya. Kembalilah kepada-Nya. Bersimpuhlah kepada-Nya. Patuhilah perintah-Nya. Hindarilah larangan-Nya. Terimalah ketetapan-Nya dengan sabar dan setia. Jika yang demikian itu telah sempurna, sempurnalah penghambaanmu kepada Tuhanmu dan kecukupan dari-Nya akan datang kepadamu. ”Bukankah Allah telah mencukupi hamba-Nya.” (Q.S. Az-Zumar:36)

Menentang Al-Haq Azza wa Jalla atas takdir yang telah ditentukan-Nya berarti kematian agama, kematian tauhid, bahkan kematian tawakkal dan keikhlasan.

Tak ada seorang pun yang bisa mencampuri nasib dan keberuntungan kita. Semuanya atas kehendak Allah. Dalam sebuah hadits disebutkan yang kurang lebih artinya:
Tidak beriman seorang hamba sampai dia mempercayai baik buruk takdir, dan sampai dia menyadari bahwa apa yang ditaqdirkan menimpanya tidak akan meleset dari dirinya dan apa yang ditaqdirkan meleset darinya tidak akan menimpanya.” (HR Tirmidzi).

Utsman bin Affan r.a berkata “Seorang mukmin seharusnya takut kepada enam hal, yaitu:
• takut kepada Allah jangan-jangan Allah mencabut keimanannya
• takut kepada malaikat pencatat amal jangan-jangan mereka menulis amal
kita dengan catatan yang sangat memalukan jika dibeberkan pada hari
kiamat nanti

• takut kepada setan jangan-jangan para setan itu berhasil merusak amal
yang kita kerjakan

• takut kepada malaikat Izra’il jangan-jangan ia mencabut nyawa kita saat
kita lupa kepada Allah

• takut kepada dunia jangan-jangan dunia itu membuat kita terlena
sehingga kita melupakan urusan akhirat

• takut kepada keluarga sendiri jangan-jangan mereka telah menyibukkan
kita untuk memenuhi urusan mereka, sehingga kita melupakan ketaatan
kepada Allah.”

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar (Khalifah Umar RA.)

 

( betapa banyak lautan hikmah yang Allah perlihatkan pada kita, jika kita mau berpikir dan mau mengambil ibroh)

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: