Beranda > Tanya-Jawab > “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”


Risaukah Kita Saat Ini? for everyone

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).” (Q.s. An-Nahl: 53).

Bersyukurlah kepada Allah swt. atas segala nikmat-Nya dan pandanglah bahwa kenikmatan itu datang dari-Nya. Kita menjalani hidup di dunia ini atas apa-apa yang telah di takdirkan-Nya. Menjalani sunnatullah yang telah Allah gariskan kepada kita hamba-hamba-Nya. Segala sesuatu yang luput atau tidak luput atas diri kita adalah karena kemahakuasaan-Nya. Allah maha berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada satupun manusia yang dapat menahan rezeki kita dan tidak ada satupun makhluk yang bisa memberi manfaat atau mudarat, jika Allah tidak menghendaki.

Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang Hak.” (Q.s. Al-Kahfi: 4).

Wahai dirikita manusia, tidurlah kita di dalam pelukan takdir, berbantalkan sabar, dan berselimutkan pasrah, sambil beribadah menantikan pertolongan Allah swt. Jika kita berbuat demikian, Allah swt, akan melimpahkan karunia yang tidak kita duga-duga, pertolongan Allah itu sangatlah dekat, Allah akan melimpahkan karunia-Nya kepada kita yang datangnya tidak di sangka-sangka dan dari arah yang tak terduga.

Sebagai manusia biasa kita juga terkadang merasa galau, gelisah, khawatir, was-was atas apa-apa yang luput dari kita. Kita cemas memikirkan kelangsungan hidup kita nantinya. Bagaimana dengan kehidupan kita jika diri kita mendapat musibah kehilangan rezeki? Sungguh terkadang jiwa kita tertekan, air mata kesedihan mengalir, dada kita terasa sempit, seolah-olah kita adalah orang paling malang dan nestapa di atas bumi ini. Kita putus asa menapaki kehidupan yang demikian keras ini. Kita menyimpan semua permasalahan di atas kepala kita, ya kita menyimpan dunia di dalam dada kita. Sungguh kesedihan dan kecemasan terus membayangi perjalanan hidup kita. Akhirnya kita lupa bahwa sebenarnya ada Allah yang tak pernah meninggalkan kita.

Dan dia memberi rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (Q.s. Al-Baqarah: 212).

Semua kebaikan berada di tangan-Nya. Demikian pula semua pemberian dan penahanan juga berada di tangan-Nya. Kaya, miskin, mulia, hina juga berada di tangan-Nya. Tak seorangpun yang dapat mencampuri urusan-Nya. Orang yang berakal adalah orang yang selalu berada di pintu-Nya. Jadi kita yang merasa bisa mendapatkan, mempertahankan dan meneruskan rezeki tanpa dibatasi oleh aturan dunia, ya kita bisa dan sesuai serta bisa memperoleh segala sesuatu karena sesuai dengan aturan manusia. Kita layak mendapatkan rezeki itu karena kita termasuk ke dalam bagian orang-orang yang sesuai dengan aturan manusia.

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.
(QS al-Jumu’ah, 62:8)

Tapi ingatlah, apakah kita bisa dan mampu melawan aturan Allah? Apakah kita bisa menjamin bahwa kita akan bertemu esok hari? Apakah kita bisa menjamin sampai berapakah usia kita? Ingatlah, jika Allah berkehendak, maka Dia akan bisa mencabut kenikmatan dalam diri kita manusia, bahkan dalam hitungan detik. Maut setiap saat mengintai kita dalam setiap gerak kehidupan kita. Tak ada lagi gunanya kita berbangga-bangga, berteriak kesenangan, tersenyum bahagia karena semua itu akan dihentikan oleh sang maut, yang secepat kilat memisahkan roh dari raga kita. Maut tidak pernah mengenal usia, jenis kelamin, warna kulit dan jabatan, atau kedudukan.

Katakanlah,”Sesungguhnya Tuhan-mu melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(Q..s. As-Saba, 36)

Bagaimana bisa kita lupa bahwa ada Sang Maha Pemberi yang senantiasa menjamin rezeki kita manusia. Yang tak pernah tidur dan lalai atas hamba-hamba-Nya, yang senantiasa melimpahkan rezeki-Nya kepada kita walau kita tidak taat kepada-Nya, apalagi jika termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa, karena rezeki itu maha luas mengalir dan terus mengalir melimpahi hamba-Nya yang taat dan takwa.

Jadi kuatkanlah hati dan bersihkanlah nurani. Tidak ada sesuatu yang besar selain Al-Haq Azza wa jalla. Jika kita tidak ingin ada pintu yang tertutup di depan kita, maka takutlah kepada Allah swt. Sesungguhnya takwa adalah kunci bagi setiap pintu. Allah swt. berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangka.” (Q.s. At-Thalaq: 2-3)

Janganlah kita merisaukan rezeki kita. Pencarian rezeki terhadap kita lebih hebat daripada pencarian kita terhadap rezeki. Jika kita telah mendapatkan rezeki hari ini, janganlah kita merisaukan rezeki esok hari. Sebagaimana kita telah meninggalkan hari kemarin, maka kita tidak tahu apakah hari esok akan sampai kepada kita atau tidak.

Katakanlah,”Sesungguhnya Tuhan-ku Melapangkan rezeki bagi siapa yang di kehendaki-Nya di antara Hamba-hamba-Nya dan Menyempitkan bagi (siapa yang di kehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi Rezeki yang sebaik-baiknya.”

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
(Q.s. Ar-Rahman: 13).

 

Kategori:Tanya-Jawab Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: