Beranda > Inspirasi > kejujuran Seorang Hamba

kejujuran Seorang Hamba


Assalamualaikum… Selamat Pagi sahabat-sahabatku yang baik, Akhirnya dapat inspirasi juga untuk posting hari ini, cerita kali ini seru loh, cerita tentang seorang hamba sahaya yang sangat jujur, namanya Mubarok, Pernah dengar? ane rasa sobat belum pernah dengar khan, hehehai.. nah Mw tau kisah si mubarok seorang budak yang memiliki kejujuran dan pemikiran jitu? jangan bosen-bosen baca cerita dibawah ini ya..  + jangan lupa tahan nafas dan baca bismillah..:D 

Alkisah hiduplah seorang seorang budak yang bernama Mubarok, Menurut suatu riwayat  ia pernah bekerja di sebuah kebun milik seorang majikan. Ia tinggal di sana beberapa lama. Kemudian suatu ketika majikannya -yaitu pemilik kebun tadi yang juga salah seorang saudagar kaya dari Hamdzan- datang kepadanya dan mengatakan, “Hai Mubarok, aku ingin satu buah delima yang manis.”

Dengan sigap si budak yang bernama Mubarok pun bergegas menuju salah satu pohon dan mengambilkan delima yang diminta. Majikan tadi lantas memecahnya, ternyata ia mendapati rasanya masih asam. Ia pun marah kepada Mubarok sambil mengatakan, “Aku minta yang manis malah kau beri yang masih asam! Cepat ambilkan yang manis!”

Ia pun beranjak dan memetiknya dari pohon yang lain. Setelah dipecah oleh sang majikan; sama, ia mendapati rasanya masih asam. Kontan, majikannya semakin naik pitam. Ia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya, majikannya mencicipinya lagi. Ternyata, masih juga yang asam rasanya. Setelah itu, majikannya bertanya, “Kamu ini apa tidak tahu; mana yang manis mana yang asam?”

Mubarok dengan tenang menjawab. “Tidak.” Tuanku

“Bagaimana bisa seperti itu?”

“Sebab aku tidak pernah makan buah dari kebun ini sampai aku benar-benar mengetahui (kehalalan)nya.”

“Kenapa engkau tidak mau memakannya?” tanya majikannya lagi.

“Karena anda belum mengijinkan aku untuk makan dari kebun ini.” Jawab Mubarok. Pemilik kebun tadi menjadi terheran-heran dengan jawabannya itu ..

Tatkala ia tahu akan kejujuran budaknya ini, Mubarok menjadi besar dalam pandangan matanya, dan bertambah pula nilai orang ini di sisi dia. Kebetulan majikan tadi mempunyai seorang anak perempuan yang banyak dilamar oleh orang. Ia mengatakan, “Wahai Mubarok, menurutmu siapa yang pantas memperistri putriku ini?”

“Dulu orang-orang jahiliyah menikahkan putri- putri mereka lantaran keturunan. Orang Yahudi menikahkan karena harta, sementara orang Nashrani menikahkan karena keelokan paras. Dan umat ini menikahkan karena agama.” Jawab Mubarok.

Sang majikan kembali dibuat takjub dengan pemikirannya jitunya ini. Akhirnya majikan tadi pergi dan memberitahu isterinya, katanya, “Menurutku, tidak ada yang lebih pantas untuk putri kita ini selain Mubarok.”

Mubarok pun kemudian menikahinya dan mertuanya memberinya harta yang cukup melimpah. Di kemudian hari, isteri Mubarok ini melahirkan Abdullah bin al-Mubarok; Seorang alim, Pakar hadits, Zuhud sekaligus mujahid. Yang merupakan hasil pernikahan terbaik dari pasangan orang tua kala itu. Sampai-sampai Al-Fudhoil bin ‘Iyadh Rohimahullah mengatakan -seraya bersumpah dalam perkataannya-, “Demi pemilik Ka’bah, kedua mataku belum pernah melihat orang yang semisal dengan Ibnu al-Mubarok.

Tapi apa yang terjadi pada hari ini, kecurangan dan penipuan sudah semakin banyak terjadi dalam kehidupan sebagian orang. Sangat jarang kita temukan orang jujur lagi dipercaya dalam menunaikan amanah serta yang jauh dari sifat curang dan penipu.

Inilah kisah singkat sarat makna yang dapat kita petik hikmahnya, adapun hikmah dari cerita diatas adalah mari bersama-sama berkata jujur walaupun itu pahit, karna sekali kita bohong selamanya dampak kebohongan itu memberikan pengaruh yang sangat-sangat jelex dalam kehidupan kita, nah gmna klo bohong demi kebenaran seperti ulah nabi Ibrahim ketika ditanya ” Hei Ibrohim ente ya yang menghancurkan patung2 ini, eee malah nabi Ibrahim dengan tenang mengatakan … Coba tanya saja sama patung yang paling besar tu, kali aja dia yang mengahncurkan patung patung lain… Gmna sob? kalau ane setuju aje hehehe…

  1. November 26, 2010 pukul 5:29 pm

    trima kasih nasehatnya.
    salam kenal

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: