Beranda > Inspirasi, Tentang Perasaaan > Jangan Ditunda…!

Jangan Ditunda…!



Tersebutlah seorang pemuda yang menderita kanker yang tak tersembuhkan sejak usia balita. Karena penyakit yang dideritanya, si pemuda ini jarang keluar rumah. Setelah merayakan ulang tahun nya yang ke – 17, dokter memperkirakan si pemuda bisa meninggal setiap saat. Si pemuda itu sendiri rupanya juga merasa, saat – saat akhir hidupnya sudah dekat.
Sebelum meninggal si pemuda ini ingin jalan – jalan. Sesudah mendapat ijin dari ibunya, si pemuda ini menuju pasar yang tak jauh dari rumahnya. Ia berhenti di sebuah toko musik dan melihat seorang perempuan seusia nya yang sangat cantik. Si pemuda langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia lalu masuk dan menuju ke counter yang dijaga perempuan itu.
” Ada yang bisa saya bantu ? ” tanya perempuan cantik itu sambil tersenyum. Si pemuda memandangi nya sambil berpikir, inilah senyum tercantik yang pernah saya lihat. Pertanyaan tak terduga ini membuatnya kelabakan. ” Uhm, ya..saya..saya..mau beli..CD ” sahut si pemuda tergagap – gagap. Ia lalu mengambil CD yang pertama dilihatnya dan membayarnya. ” Perlu dibungkus ? ” tanya perempuan itu lagi sambil tersenyum. ” Ya, tolong dibungkus ” sahut si pemuda.
Perempuan muda itu lalu masuk ke ruang belakang untuk membungkusnya. Sesudah selesai, si pemuda mengambil bungkusan itu dan meninggalkan toko. Sejak itu, setiap hari si pemuda datang ke toko musik itu. Setiap hari ia membeli CD, si perempuan membungkusnya dan si pemuda menyimpan bungkusan CD itu di sebuah lemari di kamarnya tanpa dibuka. Ia sebenarnya ingin mengajak perempuan itu jalan – jalan atau makan siang dan berusaha keras untuk bicara. Tetapi karena sangat pemalu, ia tak pernah bisa mengutarakan maksudnya. Ibunya tahu hal ini dan mendorong putranya untuk bicara dengan perempuan itu.
Keesokan harinya, si pemuda datang ke toko dengan menguatkan tekad. Sama seperti hari – hari sebelumnya, ia beli CD dan perempuan itu membungkusnya seperti biasa. Ternyata ia tetap tak bisa bicara. Ketika perempuan itu sedang sibuk, si pemuda meninggalkan nomor teleponnya di counter dan bergegas keluar toko. Sejak itu, ia tak pernah lagi datang ke toko musik tersebut. Sesudah beberapa hari berlalu, si perempuan memberanikan diri menelepon ke nomor yang diberikan. Ibu si pemuda ini yang menjawab telepon.
” Anda siapa ? ” tanya ibunya. ” Saya salah satu pegawai di toko musik. Apakah saya bisa bicara dengan putra Ibu ? ” tanya nya. Ibu itu tidak menjawab. Dari seberang sana, perempuan muda itu bisa mendengar suara tangisan dan bertanya mengapa ibu itu menangis. ” Dia meninggal kemarin ” kata ibunya sambil terisak.
Malam itu, ibu itu masuk ke kamar putranya untuk mengenangnya. Sesudah memandangi seisi kamar, ibu itu membuka lemari anaknya dan kaget melihat tumpukan besar bungkusan CD yang belum dibuka. Dia ingin tahu karena jumlah CD yang begitu banyak. Lalu ibu itu membuka bungkusan dan melihat secarik nota dengan tulisan yang berbunyi, ” hai, kamu ganteng. Saya senang jika kita bisa bertemu.
Kapan – kapan, kita jalan – jalan yuk. – dari Sophie. ”  Ibu itu mulai menangis ketika ia membuka bungkusan lainnya. Dalam setiap bungkusan CD itu terdapat secarik nota bertuliskan kalimat yang sama.
Kisah tersebut mengingatkan pentingnya menjalani hidup ini setiap hari seakan itu hari terakhir. Jika ingin menunjukkan rasa sayang kepada orang yang anda istimewakan, segera lakukan. Jangan pernah ditunda. Menunda sampai besok kemungkinan sudah terlalu terlambat.
Hidup ini adalah misteri.
  1. Oktober 31, 2010 pukul 1:39 pm

    awesome agaan….😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: